Ontology
adalah teori hakikat yang mempertanyakan setiap eksistensi. Dengan demikian,
sumbernya ditemukan. Berbicara tentang sumber setiap pengetahuan, dalam
filsafat lahir pendekatan kedua, yaitu epistemology yang berasal dari bahasa
latin, “episteme” yang berarti
knowledge, yaitu pengetahuan; ”logos”
berarti theory. Jadi, epistemology berarti teori pengetahuan
atau teori tentang metode, cra dan dasar dari ilmu pengetahuan, atau studi
tentang hakikat tertinggi, kebenaran, dan batasan ilmu manusia (Sarwar, 1994 :
22).
Dalam
filsafat, epistemology adalah cabang
filsafat yang meneliti asal, struktur, metode-metode, dan kesahihan
pengetahuan. Istilah “epistemology” pertama kali dipakai oleh J.F. Feirer, Institutes of Metaphysics (1854 M) yang
membedakan dua cabang filsafat : epistemology dan ontology. Epistemology
berbeda dengan logika. Jika logikamerupakan sain formal (formal science) yang berkenaan dengan atau tentang prinsip-prinsip
penalaran yang sahih, epistemology adalah sain filosofis (philosophical science) tentang asal-usul pengetahuan dan kebenaran.
Puncak pengkajian epistemology adalah masalah kebenaran yng membawa keambang
pintu metafisika.
Epistemology
adalah analisis filosofis terhadap sumber-sumber pengetahuan. Dari mana dan
bagaimana pengetahuan diperoleh, merupakan kajian epistemology. Sebagai contoh
adalah semua pengetahuan berasal dari Tuhan, artinya Tuhan sebagai ilmu
pengetahuan.
Sumber: Abdul
Hakim, Atang. 2008. Filsafat
Umum dari Metologi sampai Teofilosofi. Bandung: CV Pustaka Setia





Tidak ada komentar:
Posting Komentar